Adenium obesum , juga dikenal sebagai mawar gurun, impala lily, kamboja Jepang dan masih banyak lagi. Tanaman ini menjadi populer karena keindahan dan bentuk pohonnya dan dalam waktu belakangan ini bunga Adenium Obesum semakin populer dengan hadirnya berbagai macam varian bunga tumpuk. Dari bunga yang sebelumya hanya memiliki single petal saat ini dapat direkayasa dan menjadi multi petal bahkan petalnya bisa bertumpuk hingga 5 tumpuk. Bukan hanya itu warna bunga yang umumnya hanya berwarna pink saat ini berbagai macam warna bunga berhasil dikembangkan, mulai dari warna kuning, ungu, coklat batik, hijau bahkan berwarna hitam.
Namun, produksi dalam skala komersial masih menghadapi tantangan terkait perbanyakan hibrida dengan teknik budidaya in vitro , komposisi media pot, pengelolaan penyiramandan pemupukan, pengendalian penyakit dan hama. Tidak seperti spesies lain yang dijual sebagai tanaman pot, tidak ada protokol produksi komersial resmi yang dibuat untuk Adenium , terutama karena langkanya informasi teknis tentang spesies ini.
Artikel teknis ini dan bebrapa artikel selanjutnya bertujuan untuk memberikan informasi terkait dengan pertumbuhan Adenium, mengingat produksi skala komersialnya. Selain itu, dalam artikel ini akan dibahas juga tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan morfologi bunga, penyerbukan dan produksi benih dari spesies tanaman gurun ini, serta pembahasan tentang strategi perbanyakan vegetatif.
Genus adenium tergolong dalam Apocynaceae, yang meliputi banyak jenis tanaman hias tropis seperti Catharanthus spp., Beaumontia spp., Carissa spp., Allamanda spp., Mandevilla spp., Nerium spp. dan Plumeria spp.
Adenium obesum ditemukan di wilayah sub-Sahara Afrika, dari Sudan hingga Kenya dan barat Senegal hingga selatan Natal dan Swaziland. Beberapa penulis membagi A. obesum dalam subspesies atau varietas tumbuhan . Namun dalam hortikultura genus Adenium dibagi menjadi 11 spesies: A. oleifolium, A. swazicum, A. boehmianum, A. multiflorum, A. obesum, A. somalense 'Nova' (Tanzania), A. somalense , A. crispum, A. socotranum, A. arabicum dan A. Oman.
Adenium Obesum
Adenium dapat dikelompokkan dalam tumbuhan perdu, semak dan arboreal, dengan batang dan akar yang sukulen. Banyak spesies caudiciforms atau paquicaules, yang mengembangkan akar dan / atau batang bengkak yang bertindak sebagai organ utama untuk cadangan air. Bunganya memiliki lima sepal dan lima kelopak, dalam warna berbeda, menyatu dengan tabung bunga; permukaan dalam tabung mungkin memiliki lima atau 15 garis merah, yang disebut sebagai pemandu nektar ( Gambar 1 ). Kelima benang sari berbentuk kerucut dan kepala sari memiliki celah menghadap ke dalam kerucut itu. Ekor antera yang menonjol dari puncak kerucut tampaknya merupakan kepala sari yang sebenarnya. Kepala putik tersembunyi di dalam kerucut yang dibentuk oleh kepala sari, tepat di bawahnya.
![]() |
| Morfologi bunga A. obesum . |
Buah terbentuk berpasangan setelah penyerbukan dan diklasifikasikan sebagai folikel ( Gambar 2 ); ketika matang, mereka membuka secara longitudinal untuk melepaskan benih. Namun, tidak semua tanaman dapat menghasilkan benih yang sempurna untuk bisa ditanam, karena penyerbukan seringkali tidak berhasil yang disebabkan oleh kemandulan jantan atau betina. Perbanyakan seksual penting, terutama untuk program pemuliaan spesies, karena variabilitas morfologi besar yang diamati pada keturunan yang dihasilkan dari satu persilangan; serta, untuk produksi batang bawah untuk grafting.
![]() |
| Buah A. obesum dalam fase perkembangan, 40 hari setelah penyerbukan |
Tanaman hias yang satu ini setelah dikembangkannya varian bunga tumpuk makin populer dan makin banyak penggemarnya. Sebetulnya sebelum dikembangkan varian bunga tumpuk telah dikembangkan bunga warna dari yang sebelumnya didominasi warna pink dikembangkan aneka varian warna bunga.
Saat ini berbagai macam warna bunga telah berhasil dikembangkan dengan cara penyerbukan buatan yang dilakukan oleh para pemulia tanaman ini. Semula varian bunga tumpuk berasal dari Thailand dan kemudian di Indonesia dikembangkan yang akhirnya menghasilkan banyak varian bunga tumpuk hasil persilangan para pecinta Adenium di Indonesia.
![]() |
| Adenium bunga tumpuk ID Yellow Aurora |
![]() |
| Adenium bunga tumpuk ID Swallow |
Pembibitan Adenium Obesum yang non bunga tumpuk saat ini umumnya digunakan sebagai rootstock (batang bawah) untuk keperluan grafting meskipun kadang ada yang menggunakan Somalense dan Arabicum juga namun rata2 para Grafter menggunakan Adenium Obesum.





Komentar
Posting Komentar